Kapolresta Banyuwangi Ingatkan Pelajar Adanya Edaran Pamflet Ajakan Tolak UU Cipta Kerja , Kami Harap Jangan Ikut-ikutan!!!

By Muji Santoso 09 Okt 2020, 18:57:58 WIB Kriminal
Kapolresta Banyuwangi Ingatkan Pelajar Adanya Edaran Pamflet Ajakan Tolak UU Cipta Kerja , Kami Harap Jangan Ikut-ikutan!!!

Keterangan Gambar : kaplresta Banyuawngi berharap Pelajar Tidak Ikut Aksi Demo


Tribratanews Polresta banyuwangi | Tak hanya ahli dalam menindak pelaku kriminal sebagai pengayom masyarakat, ternyata polisi di Banyuwangi juga ahli memasak. Hal ini ditunjukkan oleh para perwira jajaran Polresta Banyuwangi saat mengikuti lomba memasak nasi goreng di lapangan Mapolresta setempat, Jum’at (9/10/2020) pagi.

 

Polisi yang biasa tampil dengan seragam dan senjata di pinggang itu, kali ini mereka tampil bak seorang chef profesional meramu racikan nasi goreng dan berkutat dengan alat memasak.

Baca Lainnya :

 

Menariknya, dalam lomba memasak nasi goreng ini diikuti oleh para perwira pejabat utama (PJU) termasuk para kapolsek yang bertugas di wilayah hukum Polresta Banyuwangi. Mereka adu keahlian memasak nasi goreng jenis apa saja, dengan menyiapkan sebanyak 12 porsi setiap kelompok.

 

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, SIK mengatakan, lomba masak nasi goreng ini sengaja diadakan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan anggota Polresta Banyuwangi.

 

Menurutnya, lomba yang pesertanya adalah para perwira yang menjadi pimpinan di jajaran Polresta Banyuwangi itu diberi tantangan untuk meracik dan memasak nasi goreng. Selanjutnya, hasil masakanya tersebut disajikan dan dinikmati para bawahannya yang ikut hadir.

 

“Ini sebagai bentuk kepedulian pimpinan kepada anggotanya, yang mana setiap menjalankan tugasnya selalu dibantu oleh para anggotanya,” kata Kombes Pol Arman.

 

“Tujuannya, untuk meningkatkan keakraban agar terjalin soliditas dalam setiap menjalankan tugas,” pungkasnya.

 

Kegiatan yang dilaksanakan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan ini berlangsung penuh keakraban, kebersamaan, dan kekeluargaan antara Pejabat Utama (PJU) Polresta Banyuwangi dengan para personel. Kegiatan tersebut diakhiri dengan kumpul dan makan bersama dari hasil lomba memasak.
(*)

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengingatkan kepada seluruh pelajar agar tidak ikut-ikutan unjuk rasa tolak Omnibus Law atau Undang-Undang Cipta Kerja.

 

Demikian diungkapkan Arman Jumat (9/10/2020), menanggapi beredarnya pamflet di media sosial tentang ajakan demo kepada pelajar bertuliskan "SEMEGAH" Tolak Ruu Cipta Kerja!!! pelajar Banyuwangi bergerak.

 

Dalam keterangan pamflet tersebut juga tertera rencana demo yang akan dilakukan pada Senin (12/10/2020) mendatang. Adapun dresscode yang digunakan yakni hitam dan dipusatkan di depan Gedung DPRD setempat.

 

Selain itu, pelajar diberitahukan agar tetap mematuhi protokol kesehatan serta ditutup dengan kalimat PANGGILAN NEGARA!!! #BatalkanOmnibusLaw.

 

Mengantisipasi adanya kejadian tersebut, Kapolresta Arman mengajak kepada seluruh komponen penyidikan untuk memberikan seruan kepada pelajar agar tidak ikut-ikutan dalam rangka unjuk rasa.

 

Selain itu, kata dia, pihaknya juga menyampaikan kepada Diknas, Kepala Sekolah dan guru-guru agar pelajar tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.

 

"Kemudian menyampaikan kepada organisasi, kemasyarakatan dan stakeholder untuk disuarakan ke seluruh masyarakat Banyuwangi supaya anak lebih baik di rumah bersama keluarga dan lebih fokus melaksanakan sekolah daring," cetusnya.

 

Ia menerangkan, pelajar memang dilarang untuk ikut terlibat dalam kegiatan unjuk rasa. Dalam hal ini sesuai dengan Pasal 87 UU 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

 

"Dimana anak tidak dibolehkan untuk dieksploitasi di dalam kegiatan, salah satunya yang berhubungan dengan unjuk rasa," jelasnya.

 

Jika ditemukan pelajar yang nantinya ikut terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut ada konsekuensi khusus dari kepolisian.

 

"Jika ditemukan ada pelajar yang ikut akan diamankan dan diserahkan kepada orang tua atau guru dan pihak sekolah," bebernya.

 

Berdasarkan keterangan dari Kapolresta Arman, sampai hari ini surat demo tolak UU Cipta Kerja yang masuk di kepolisian masih ada satu, yang direncanakan akan digelar pada Senin (12/10/2020) mendatang. (*) Source : suaraindonesia.co.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment