Ketua LSM GMBI Ditahan Atas Dugaan Penganiayaan Dokter di Banyuwangi
Masa GMBI Membubarkan Diri Setelah Ketuanya Digelandang Ke Polda

By Polresta Banyuwangi 05 Agu 2020, 07:14:33 WIB Kriminal
Ketua LSM GMBI Ditahan Atas Dugaan Penganiayaan Dokter di Banyuwangi

Keterangan Gambar : Ketua GMBI Digelandang Menuju Polda Jatim


Polisi mengamankan ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) distrik Banyuwangi Subandik (37), atas kasus pengeroyokan dokter jaga di RSUD Blambangan Banyuwangi. Ketua GMBI tersebut langsung dibawa ke Polda Jatim.

"Hari ini kita lakukan penegakkan hukum kepada saudara Subandik. Ketua GMBI ini kita amankan," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Senin malam (3/8).

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Subandik menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyuwangi kurang lebih 9 jam. Kedatangan Subandik didampingi kuasa hukumnya beserta puluhan anggota LSM GMBI.

Baca Lainnya :

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Subandik langsung dibawa ke Polda Jawa Timur menggunakan mobil polisi.

"Kemudian kita membawa yang bersangkutan ke Polda dalam rangka joint investigation," kata Kapolresta Banyuwangi.

Arman mengatakan Subandik dijerat dengan pasal 170 junto 351 dan/atau junto 214 KUHP karena melakukan kekerasan terhadap seorang pegawai negeri yang tengah melaksanakan tugas. Tersangka terancam 8 tahun penjara.

Subandik ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti-bukti dan keterangan para saksi. Barang bukti yang berhasil diamankan yakni berupa satu unit handphone, APD (alat pelindung diri) korban, serta rekaman video.

"Dia diduga menganiaya petugas medis. Kita sudah buktikan melalui dua alat bukti yang ada. Juga melalui penyelidikan, pemeriksaan saksi dan sebagainya. Kita simpulkan, yang bersangkutan kita tahan," pungkasnya.

Seorang dokter jaga di RSUD Blambangan Banyuwangi dikeroyok oleh sejumlah oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM). Para oknum LSM tersebut mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit milik Pemkab Banyuwangi itu, pada pukul 22.30, Senin (27/7) lalu.

Kasus dugaan pengeroyokan ini bermula ketika sekelompok anggota LSM mengantarkan seorang pasien untuk berobat ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Blambangan. Dari laporan korban inisial dr K, pasien yang dibawa LSM ini sudah dilakukan tindakan medis. Kemudian rekomendasinya dilakukan rawat jalan. Karena kondisi pasien membaik sehingga tidak perlu rawat inap.

Namun dari pihak LSM menolak dilakukan rawat jalan dan meminta agar si pasien dirawat inap. Tapi dokter tetap pada rekomendasinya. LSM ini lalu membawa pasien ke rumah sakit swasta. Dari rumah sakit swasta sekelompok anggota PSM ini mendatangi IGD RSUD Blambangan.

Setelah sempat cekcok dengan sejumah perawat, anggota LSM ini lalu mengeroyok dokter yang sebelumnya memeriksa pasien yang dibawa LSM. (Tyo_0803)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment