Polsek Glenmore Ciduk Dua Pengedar Pil Trex, satu lagi ditetapkan DPO

By Muji Santoso 21 Okt 2020, 18:37:43 WIB Kriminal
Polsek Glenmore Ciduk Dua Pengedar Pil Trex, satu lagi ditetapkan DPO

Keterangan Gambar : Penyidik Reskrim Polsek Glenmore Periksa Tersangka Edar Narkoba


Tribratanews Polresta Banyuwangi |  Peredaran obat dafrtar G umumnya disebut pil Trex, di Banyuwangi, Jawa Timur, nampaknya cukup marak. Lagi, dua  pengedar bersama barang bukti ratusan pil jenis Trihexyphenidyl ditangkap dalam sebuah operasi unit Narkoba Polsek Glenmore.

 

Upaya penindakan peredaran obat daftar G secara ilegal terus dilakukan kepolisian Polresta Banyuwangi. Dua pemuda Desa Hendrik Wahyudi (27) warga Desa Sumbergondo dan Ferry Pratama (26) warga Desa Rejosari, Kecamatan Glagah ditangkap setelah terbukti mengedarkan pil Trihexyphenidyl.

Baca Lainnya :

 

Kasus ini terungkap setelah mendapat informasi adanya pemuda membawa pil Trihexyphenidyl di kawasan Desa Sepanjang Kulon, Kecamatan Glenmore. Hasilnya polisi mendapati puluhan pil yang recananya digunakan untuk mabuk.

 

” Saat anggota patroli mendapati Son (20) keluar dari jalan setapak dalam kondisi mabuk. Begitu kita geledah ada 16 butir pil dalam kemasan plastik klip. Barang itu diakui membeli dari Hendrik Wahyudi seharga Rp.40 ribu. Berdasarkan keterangan itu unit reskrim Polsek Glenmore memburu pengedarnya”, beber Kanit Reskrim Ipda.Didik Hariyono, Rabu (21/10/2020).

 

Tidak butuh waktu lama polisi berhasil menangkap Hendrik di rumahnya di Desa Subergondo, Kecamatan Glenmore. Dari pengakuan tersangka obat tersebut dibeli dari jaringan pengedar di wilayah kota Banyuwangi.

 

” Dari pengakuan Hendrik kita kembangkan mengarah kepada tersangka baru Ferry. Saat itu anggota menyanggong di warung kopi di wilayah Glagah. Bahkan, undercover kita sebagai tamu wisata ke Ijen. Alhasil, tersangka Ferry berhasil kita congkon di rumahnya,” beber Ipda.Didik mendampingi Kapolsek Glenmore AKP.Basori Alwi.

 

Dari tangan Ferry polisi mengamankan barang bukti tambahan 116 (seratus enam belas) butir pil Trihexyphenidyl (trek) dalam kemasan 29 paket klip kecil masing-masing isi 4 butir, Uang tunai Rp.110.000,- (seratus sepuluh ribu rupiah), 2 (dua) bungkus rokok surya 12 dan 1 (satu) buah Handphone OPPO A7 wama biru. Dan menetapkan satu tersangka lain yang kini berstatus DPO ( daftar pencarian orang).


Kedua tersangka terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mengedarkan sediaan farmasi jenis Trihexyphenidyl yang tidak memenuhi standar persyaratan keamanan, khasiat, mutu yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan serta ijin edar, sebagaimana Pasal : 196 Sub pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo pasal : 55 ayat (1) ke 1e KUHP.


 (M) Source :
kabarrakyat.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment