Curi Laptop Milik Sekolah, Pemilik Toko Dicokok Reskrim Polsek Glenmore

By Muji Santoso 20 Okt 2020, 23:45:47 WIB Kriminal
Curi Laptop Milik Sekolah, Pemilik Toko Dicokok Reskrim Polsek Glenmore

Keterangan Gambar : Tersangka Moh.Taufan (27) setelah ditangkap Reskrim Polsek Glenmore-Banyuwangi,Selasa (20/10/2020).


Tribratanews Polresta Banyuwangi |  Pemilik toko di Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ditangkap polisi lantaran mencuri laptop milik sekolah. Alasan pelaku mencuri lantaran kepepet setoran kredit mobil baru.

 

Apa yang dilakukan Mohammad Taufan (27) bapak dua anak warga Desa Margumulyo, sungguh diluar dugaan. Pemilik usaha toko air mineral yang lumayan laris ini ditetapkan sebagai tersangka kasus pencurian laptop milik SMP PGRI Kendenglembu, Kecamatan Glenmore. Yang membuat heran polisi, pelaku mencuri karena kehabisan duit untuk setoran kredit mobil Avio.

Baca Lainnya :

 

Kapolsek Glenmore AKP. Basori Alwi, SH didampingi Kanitreskrim Ipda.Didik.Hariyono,SH menjelaskan, terungkapnya kasus pencurian sebuah laptop setelah pihak sekolah SMP PGRI Kendenglembu melaporkan kantornya di bobol pencuri.

 

” Berawal dari laporan pihak sekolah kami melakukan olah TKP. Betul di kantor SMP PGRI Kendenglembu telah terjadi kasus pencurian. Pelaku merusak jendela dan menjarah sebuah laptop. Berdasarkan olah TKP dan hasil rekaman CCTV kasus ini bisa segera terungkap pelakunya,” kata AKP.Basori Alwi, Selasa (20/10/2020).

 

Masih kata Kapolsek Glenmore mengungkapkan, dari hasil rekaman CCTV identitas pelaku diketahui. Mohamad Taufan (21) tertangkap aksinya saat akan membawa laptop curian.

 

” Adanya perangkat kamera digital ini cukup membantu dalam pengungkapan kasus. Dari rekaman CCTV identitas pelaku berhasil kita tangkap”, ungkap AKP.Basori.

 

Polisi tidak menyangka dari keterangan pelaku Taufan, aksi pencurian itu dilakukan lantaran terdesak setoran mobil. ” Dari pengakuan pelaku motif mencuri di luar ekspetasi kita. Umumnya pelaku mencuri karena kepepet uang untuk belanja keluarga. Ini beda pelaku mencuri karena terlambat setoran bayar kredit mobil,” imbuh Kanitreskrim.Ipda.Didik Hariyono,S.H dibuat heran.

 

Mohammad Taufan kini tersangka, bukan seorang pengangguran. Ia diketahui memiliki toko air mineral di Desa Margomulyo. Usahanya terbilang lancar namun prilakunya membuat polisi mengambil tindakan tegas.

 

“Sebelum kasus ini Taufan sempat kita bina lantaran mencuri kotak amal di masjid di Margomulyo. Barang buktinya hanya uang Rp.100 ribu kami pikir kapok ternyata tidak,” beber Ipda.Didik.

 

Barang bukti yang diamankan polisi sebuah laptop dan kipas angin milik sekolah termasuk obeng yang digunakan untuk merusak jendela.

 

Taufan pun tidak mengelak jika aksi pencurian itu untuk membayar setoran mobil avio. Bapak dua anak ini terang-terangan hasil jual laptop untuk menutup tagihan mobil yang kurang Rp.200 ribu.

 

” Uang jual laptop saya gunakan bayar cicilan mobil, cuman kurang dua ratus ribu saja pak mobil saya lunas,” kata Mohamad Taufan.

 

Akibat perbuatan-nya tersangka diancam pasal 363 ayat (1) ke 5e KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

(M) Source : kabarrakyat.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment